Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

PLN Padam Sari Pun Menggerutu

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Sari, warga Jalan Veteran Kilometer 5 Banjarmasin dibuat jengkel oleh ulah PLN yang mematikan lampu sejak pukul 18.15 Wita, Kamis (12/4/2012).

"PLN ini  kebangetan, anak saya yang sedang menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD malah lampu padam. Bagaimana anak-anak yang sedang menghadapi ujian bisa belajar maksimal," katanya ibu beranak tiga ini.

Dia berharap PLN jangan lagi mematikan lampu, apalagi saat Ujian Akhir Nasional (UAN) tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Hedly Junianto yang ditemui sela-sela pembukaan Loma Dai Cilik Kamseltibcar Lantas Polresta Banjarmasin mengatakan pihaknya meminta kepada PLN Kalsteng agar selama ujian nasional tidak melakukan pemadaman.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan PLN sebelum tanggal 16 April sampai 9 Mei tidak ada pemadaman, karena saat itu dilaksanakan UN SMA, SMP dan SD sederarajt,"  katanya .
 

Perlu Kiat Menyelesaikan UN

Ujian Nasional (UN) di ambang pintu. Di saat seperti ini semangat mempersiapkan diri sangat menggebu, dipenuhi kegelisahan dan waswas.

Ada banyak berita yang terkadang menyesatkan. Mulai isu beredarnya kunci jawaban hingga taktik pembentukan tim sukses. 

Mungkinkah kunci jawaban beredar sebelum hari pelaksanaan? Lagi pula yang namanya kunci jawaban UN haruslah lengkap dan disertai  identitas pasti. Kunci jawaban harus pas dengan soalnya. Sebagaimana anak kunci dengan gemboknya. Sedikit saja berbeda maka tidak akan terbuka gemboknya dan tidaklah bisa dikatakan sebagai anak kunci yang cocok.

Mungkinkah soalnya yang bocor? Sehingga ada pihak tertentu yang mengerjakan dan menyebarkannya? Hanya Allah yang tahu. Kebocoran soal, andaipun terjadi sangat kecil kemungkinannya. 

Proses pembuatan master soal UN, penggandaan, pengepakan, dan pendistribusian, serta penyimpanan soal sangat ketat. Soal baru bisa diambil panitia sekolah pagi  pada hari pelaksanaan ujian sesuai jadwal.  Biasanya paling cepat dimulai sekitar jam 06.30 waktu setempat. 

Petugas pengambil soal pun harus membawa surat tugas dan menandatangani berita acara penyerahan soal yang disaksikan petugas. Semua proses dilaksanakan sesuai prosedur baku. Terlebih untuk pencetakan soal UN sekolah menengah 2012 dilaksanakan terpusat pada empat tempat. Kabarnya pencetakan soal untuk wilayah Kalimantan Selatan dilaksanakan  oleh percetakan besar di Semarang.

Pengirimannya secara khusus untuk satuan pendidikan masing-masing ke tempat penyimpanan sementara yang dirasa aman dan dikawal ketat.  

Banyak yang  keberatan jika keberhasilan siswa selama tiga tahun hanya ditentukan empat hari melalui UN. Namun pelaksanaan UN bagi pemerintah merupakan implementasi PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 

UN merupakan penilaian puncak oleh pemerintah dengan tujuan pemetaan mutu program satuan pendidikan, penentuan kelulusan, yang selanjutnya digunakan untuk pembinaan dan pemberian bantuan, sebagaimana disebutkan pasal 68.

Tarik ulur permasalahan  UN yang dulu dirasakan memberatkan, tidak adil, bahkan dianggap bertentangan dengan otonomi pendidikan. Namun dengan sistem penilaian berimbang, dalam artian memperhatikan nilai yang diberikan pendidik dan sekolah, dirasakan sudah berkeadilan dengan memberikan kontribusi 40 persen  penilaian oleh sekolah, 60 persen melalui UN. Walaupun syarat kelulusan nilai UN tetap rata-rata minimal 5,5 untuk mata pelajaran yang diujinasionalkan.

Selanjutnya untuk mata ujian yang diujinasionalkan  atau nilai akhir UN adalah 40 persen nilai sekolah ditambah 60 persen nilai UN yang nanti dilaksanakan 16-19 April bagi SLTA dan  23-26 April bagi SLTP.  

Walau demikian, siswa jangan berpuas diri dulu, perjuangan tetap saja harus diutamakan.

Sebab sekiranya nilai sekolah baru 7,50 itu berarti hanya memperoleh  7,5 x 0,4=3,00. Dengan demikian nilai UN nanti harus minimal 4,20. Artinya  4,2 x 0,6 = 2,52 sehingga NA = 3,00 + 2,52 atau 5,52. Untuk memperoleh nilai 4,2 tentunya siswa harus benar menjawab 17 soal untuk matematika dan 21 soal benar untuk bahasa Inggris. Bagaimana caranya?  Bisakah tercapai?

Akhir-akhir ini isu beredar, ada yang mengatakan oknum penjual kunci jawaban.  Ada yang membangun strategi tim sukses. Mungkinkah itu terjadi?  Soal saja dikawal demikian ketatnya. Pengawasan lokal berlapis juga dilaksanakan. Ada pangawas independen, ada pengawas ruangan, ada koordinator pengawas, ada pihak kepolisian. Siapa berani? Bisakah dipercaya?  Mungkinkah itu hanya memasang lukah di karing bagi penjual kunci? 

Tempat duduk siswa diatur sedemikian rupa, sehingga tidak memungkinkan melihat atau memberikan jawaban pada teman. Paket soal ada lima yang satu sama lain saling berjauhan. Peta penyebaran soal dalam ruanganpun sudah disediakan dalam amplop soal yang hanya bisa dibuka saat pelaksanaan ujian. Ada juga isu bahwa siswa akan menerima paket soal yang berbeda selama pelaksanaan ujian. Oleh sebab itu diperlukan kiat sukses mengerjakan UN nanti.   

Jika waktunya tiba, lakukanlah kiat dalam mengerjakan soal UN nanti melalui langkah-langkah berikut.

Pertama bacalah soal dengan seksama, pahami maksudnya, perhatikan kata demi kata termasuk tanda bacanya. Kedua, kerjakan soal yang dianggap mudah, jika merasa tidak tahu atau ragu akan jawabannya, lewati saja, cari pertanyaan yang yakin bisa dikerjakan, atau dianggap mudah. 

Ketiga berusahalah tenang dan berkonsentrasi, jangan memikirkan orang lain. Buang jauh-jauh keinginan untuk meniru atau perbuatan curang lainnya. 

Keempat, malam menjelang ujian hendaknya istirahat cukup tidak perlu belajar sampai larut malam, jangan juga melakukan kegiatan yang memporsir tenaga. Santai saja. 

Kelima makan makanan yang bergizi, jangan terlalu banyak, secukupnya saja. Gunakan waktu sebaik mungkin sebab setiap soal rata-rata dikerjakan dalam waktu dua sampai tiga menit. 

Hitunglah masing-masing option jawaban. Sebab soal yang baik mengikuti kaidah baku antara lain kunci jawaban masing-masing obtion seimbang atau mengikuti rumus jumlah soal dibagi obtion jawaban +/- 1. 

Artinya bila soal berjumlah 40 dengan pilihan jawaban A sampai E, maka jawaban A, B, C, D, dan E masing-masing paling banyak sembilan dan paling sedikit tujuh.  Sehingga jika ingin berpikulasi hitung dulu masing-masing jawaban. Jangan di awal-awal sudah hitung kancing baju. Jadi pilih jawaban yang paling sedikit. 

Maksudnya jika sudah menjawab 30 soal dari 40 soal yang ada. Berarti tersisa 10 soal yang tidak bisa dijawab,  jika jawaban A yang dipilih  baru lima, maka silahkan pilih jawaban A untuk tiga soal lagi dari soal yang belum dijawab. 

Tapi jika jawaban A sudah delapan  atau sembilan, jangan memilih lagi jawaban A. Yang penting jangan lupa berdoa, minta izin  dan mohon doa sama orangtua saat mau berangkat ujian.

Isilah data dengan benar dan arsir bundaran pilihan denga penuh dan rapi serta menggunakan pensel 2b asli. 

Kepala MAN 1 Banjarbaru

Diskriminasi UN Siswi Hamil

Menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) siswa SMP dan SMA pertengahan April ini, satuan pendidikan kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial.

Di antaranya, kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun melarang siswi hamil mengikuti UN. Harun menganggap siswi yang hamil merupakan kegagalan pendidikan.

Supremasi pendidikan berkarakter bertumpuh norma sosial yang merujuk amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinilai rusak.

Obsesi Harun mencetak siswa-siswi cerdas dan bermoral mulia, patut diapresiasi tinggi. Namun, tidak demikian kebijakannya melarang siswi hamil mengikuti UN.

Kebijakan kontroversial ini dianggap melukai perasaan orang yang mendapat musibah, karena memberi stigma negatif dan sanksi berat karena tak diperbolehkan ikut UN.

Prinsipnya, pendidikan itu esensi pemberadaban. Aktivitas belajar tak boleh terhenti kapan pun, dan di mana pun. Apalagi jenjang SMP masuk klasifikasi basic education, pendidikan dasar sembilan tahun. Pemerintah menargetkan pendidikan dasar sampai SMA.

Amanat Pasal 31 UUD 1945 tegas dan jelas, dan UU Sisdiknas pun melegalisasi dalam hukum nasional. Tak seayat pun dalam UU mengatur dan melarang siswi hamil mengikuti UN.

Andai ke depan direvisi dan dibuat larangan siswi hamil ikut UN, jelas bertentangan konstitusi negara. Pendidikan fundamental right, hak dasar semua anak, bahkan in all situations atau untuk segala situasi.

Membatasi siswi hamil ikut UN, tak ubahnya merampas HAM anak memperoleh pendidikan yang dijamin UUD 1945. Pendidikan menjadi fondasi pembelajaran seumur hidup dan pembangunan manusia.

Begitu urgen dan pentingnya pendidikan warga negara, negara meratifikasi ketentuan Universal Declaration on Human Rights (UDHR) 1948.

PBB menggariskan hak anak dalam Konvensi Hak-hak Anak. Intinya, tiap orang memiliki hak pendidikan. Pendidikan harus gratis, setidaknya di tingkat pendidikan dasar. Begitu elementernya, pendidikan diwajibkan

Kita berharap di Kalbar tak ada larangan ala kebijakan Kadisdik Jawa Timur. Selain mencerabut HAM anak dan melanggar konstitusi, kebijakan itu berpotensi meningkatkan ketuna-pendidikan anak perempuan.

Hingga kini anak-anak perempuan di dunia rentan mengalami diskriminasi di bidang pendidikan. Berdasarkan perkiraan PBB, 2/3 anak perempuan dari 100 juta anak di dunia tak memperoleh pendidikan dasar.

Penyebabnya, mulai adat, anak dipekerjakan sebagai buruh, perkawinan dini, hingga ketiadaan uang dan fasilitas untuk sekolah.

Pemenuhan pendidikan anak setara, adalah realisasi prinsip konvensi internasional. Di negara kita telah diimplementasikan dalam UU Sisdiknas.

Larangan siswi hamil mengikuti UN hanya menunjuk arogansi, jika tidak dilatari kemunafikan di balik usaha mencerdaskan anak bangsa secara lahir dan batin.

Ironis, Badan Standar Nasional Pendidikan dan Kemendiknas tak mengatur dan tak membuat larangan. Sejatinya, kalau ada siswi hamil, siapa yang salah? Selain lingkungan rumah, sekolah lazimnya bertanggungjawab.

Sudah bermoral kah metode belajar-mengajar sekolah? Atau justru sekolah dan Disdik turut memberi kontribusi, sehingga siswi tak punya kecerdasan memahami norma kesusilaan. (*)
 

Jelang UN Disdik Ajak Siswa Salat Hajat

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Menjelang Ujian Nasioal 16 sampai 19 April mendatang, Dinas pendidikan Kalsel mengajak siswa peserta UN SLTA mengikuti salat hajat, yang dilaksanakan Kamis, 12 April di Masjid Agung Barabai.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan HST, Rahmadi, kepada BPost Online, Rabu (11/4/2012) mengatakan, selain diikuti siswa, dan para guru, juga mengundang orangtua siswa, para ulama serta jajaran pejabat pemerintahan.

"Selain belajar lebih giat, berdoa juga bagian dari upaya meraih kesuksesan menjalani ujian. Dengan berdoa, kita harapkan psikologis mereka lebih tenang sehingga diberi kemudahan berpikir dalam menjawab soal,"kata Rahmadi.

Total siswa SLTA/sederajat di Hulu Sungai Tengah yang mengikuti UN tahun ini, adalah 2.483 siswa. "Kita berharap hasil try out beberapa waktu lalu tak membuat kita pesimistis terhadap kemampuan siswa,"kata Rahmadi.